Kamis, 02/09/10 17:02
Berbagi Bersama di Bulan Ramadhan
Gajah Monster Bagi-Bagi Tajil

Bulan ramadhan identik dengan berbagi dalam kebersamaan. Selain acara buka puasa bersama, acara berbagi tajil (makanan berbuka puas . . . Selanjutnya

Kamis, 02/09/10 16:33
PT KIA Mobil Indonesia
Penjualan Big Up Redup, KIA Ekspansi Ke Daerah

Pick up asal Korea, KIA Big Up memang pernah menjadi pilihan mobil operasional bagi beberapa instansi.

. . . Selanjutnya
Kamis, 02/09/10 14:23
PT KIA Mobil Indonesia
KIA Tunda Peluncuran Cerato Forte, New Sportage Launching Akhir Tahun

Bagi konsumen yang berencana meminang KIA Cerato Forte yang sudah diperkenalkan di ajang IIMS 2010 lalu, sepertinya harus bers . . . Selanjutnya

Kamis, 02/09/10 11:57
Recall Ferari
Kasus Kebakaran Membuat Ferari Recall 458 Italia

Bukan hanya pabrikan mobil Jepang dan Amerika yang ramai-ramai melakukan recall, pabrikan sport car Ferari juga akhirnya melakukan hal serupa pada salah sa . . . Selanjutnya

Jum'at, 09/01/09 10:07
Safety Riding
Helm Bisa Jadi Pembunuh

Jaket yang tidak dikancing bisa menyangkut di kendaraan lain

OTOMOTIFNET - Sesuatu yang baik, bisa jadi buruk. Itu kalau kita tidak benar menggunakannya. Inilah kejadian yang menimpa seorang biker, yang tidak perlu disebut namanya. Biker ini bercerita pada Willy Dreeskandar, pemilik toko variasi dan rumah modifikasi F-16 di kawasan Ciledug Raya.

“Ada konsumen Saya yang celaka karena tidak benar pakai helm. Pengait helm sistem klik yang dia pakai tidak terpasang dengan benar. Akibatnya, saat dia jatuh, helm terseret dan besi pengait tadi malah menghantam dagunya saat itu,” kisah Willy.

Apesnya lagi, masih kata Willy, biker sial tadi lagi dalam perawatan merapikan gigi, pakai kawat. Kebayang nggak, kalau tuh besi pengikat menggebuk kawat gigi, lalu kawatnya lepas dan tertelan. Wuidih…, pokoknya serem, deh!

Ini sekadar pelajaran kecil, Bro! Padahal fungsi dari tali pengikat tadi untuk memastikan helm tidak lepas jika terkena benturan. “Helm yang pemasangannya kendur akan membuat daya bentur akibat benturan bertambah. Ini yang berbahaya,” jelas Supriyono, dari bagian marketing produsen helm KYT.

Bukan cuma masalah pemasangan pengait helm yang sering kita cuekin. Kadang, kaca helm pun sering kita biarkan kusam tak terurus. “Padahal kaca yang kusam mengganggu pandangan. Dan kalah malam bikin cahaya jadi berpendar, pecah,” tambah Agus Hermawan dari toko helm online, www.juraganhelm.com.

Kita juga sering mengabaikan pemakaian jaket. Jaket yang dimaksud untuk melindungi tubuh dari terpaan angin justru kita biarkan terbuka. Parahnya, bukan hanya angin yang langsung nyelonong ke dada. Jaket yang melambai bisa nyangkut di kendaraan lain, dan menyeret kita jatuh dari motor.


Helm yang tidak diikat dengan benar membuat efek benturan bertambah

Baiknya sepatu menutupi pergelangan. Waspadai pengikatan jika sepatu memakai tali pengikat

Menurut Asep Hendro, kecerobohan soal jaket bermotor bukan sekadar pemakaiannya. “Bahkan ada yang sembarangan memilih. Jaket motor yang benar, kerahnya sampai menutup leher. Lalu, resleting tertutup dengan pelapis agar angin tidak menyusup,” jelas Asep Hendro, juragan toko variasi AHRS yang juga memproduksi jaket untuk pengendara.

Jangan lupa, bahan jaket juga bisa membuat fungsi jaket berbalik, dari melindungi jadi membahayakan. Yang baik, jaket itu dari bahan kulit. Kalau tidak, bisa mengakibatkan panas berlebih atau mudah koyak.

Tak ubahnya sarung tangan. Peranti ini bukan sekadar gaya-gayaan. Sarung tangan melindungi kulit tangan jika terjadi kecelakaan. Jika pemasangannya salah, sarung tangan pun bisa mencelakai penggunanya. Misalnya, jika pengikat sarung tangan dibiarkan terlepas, sarung tangan akan mudah copot. Dan, pengikatnya yang melambai bisa menggores pergelangan tangan. Wuih…, kebayang kalau sampai membabat urat nadi di pergelangan tangan!

Terakhir sepatu. Banyak yang menganggap alas kaki ini sebagai hal paling tidak penting. Apalagi polisi tidak menangkap biker karena tidak pakai sepatu. Makanya pakai sepatu pun alakadarnya. “Sepatu terlepas sudah pasti bahaya. Tapi nyemplak motor tanpa sepatu lebih bahaya lagi. Sebab, selain tangan, secara naluri kita akan menggunakan kaki untuk melindungi tubuh saat jatuh. Apa jadinya jika kaki tidak pakai sepatu?” bilang Uwen, skuteris yang selalu perlente kalau lagi naik motor.

Selain itu, tali sepatu yang tidak terikat bisa menyangkut di footstep atau bagian lain motor. Ini membuat kita jadi tidak sigap dan mengunci kita di motor jika terjadi kecelakaan.

Jadi, alangkah bijak jika biker bukan hanya sekadar memakai helm, sarung tangan, jaket atau sepatu. Pakai dengan benar akan memastikan alat keselamatan tadi menjaga nyawa kita.

Penulis/Foto: Aries/GT


 Print    Send to Friend   Kirim Berita  
Safety Terkait : Arsip Safety Lainnya

   Isi Komentar   |   Disclaimer
Nama :
Email :
Komentar :
Max 500 karakter
  CAPTCHA
Masukkan kata dalam gambar